Saat melakukan peninjauan lokasi yang telah dibongkar, Walikota Pangkalpinang Zulkarnain Karim menuturkan penertiban ini dilakukan di sekitar jalan perniagaan antara BTC dan Ramayana.
Setelah dibongkar, 29 Mei nanti rencananya berem antara jalan perniagaan yang dijadikan tempat berjualan tersebut akan diaspal dan ada yang dijadikan lahan parkir. Wako menuturkan setelah menjadi lahan parkir, maka tugas penertiban akan diserahkan kepada pengurus parkir yang ada.
“Berem yang berupa tanah puru itu akan diaspal mulai dari sebelah selatan Ramayana sampai persimpangan, karena kalau kita diamkan lagi maka mereka akan berjualan kembali di situ. Untuk itu, saat ini kita pasang gulungan kawat berduri,” jelas Wako.
Lebih lanjut, Wako mengatakan para pedagang yang terkena penertiban untuk sementara dipindahkan ke kawasan BTC, sembari menunggu selesainya perbaikan infrastruktur jalan di lokasi pasar buah baru.
“Semua pedagang dipindahkan di belakang BTC, ini bisa untuk sementara. Kalau pasar buah akan kita perbaiki dulu akses jalannya, karena tidak enak orang berjualan kalau seperti itu. Nanti mereka punya alasan jalannya tidak bagus, selain itu lingkungan juga harus dibersihkan,” ujar Wako.
Terkait parkir di depan Ramayana, Wako menegaskan sejak dulu dia ingin agar sebagian lahan di depan pusat perbelanjaan tersebut dijadikan area parkir dan sisanya baru dijadikan jalur angkot.
“Dari semula memang rencananya untuk parkir dan sebelah lagi baru untuk angkot. Tapi, Kepala Dishub maunya semua untuk angkot. Ternyata tidak bisa diatasi, sehingga berubah rencana untuk jalur angkot ini,” ucap Wako.
Lebih lanjut, Wako mempertanyakan pengelolaan parkir di depan Ramayana yang saat ini ditangani Tawakal. Menurut Wako, berdasar sepengetahuannya hak kelola lahan parkir tersebut diserahkan kepada PCP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar