Senin, 06 Juni 2011

31 Desa di Babar Belum Dialiri Listrik. Babar akan Bagikan Genset untuk Desa

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) rencananya akan mengadakan genset di setiap desa dan dusun yang belum dialiri listrik. Pemkab Babar sendiri telah menganggarkan pengadaan genset tersebut sebesar Rp5 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2011. "Penggunaan genset ini sifatnya hanya sementara, sampai pihak PLN membuka jaringan hingga ke desa-desa," kata Bupati Babar, Zuhri, belum lama ini.
Ia menjelaskan, ada sekitar 31 desa dan sejumlah dusun terisolasi yang belum dialiri listrik, sehingga menjadi hambatan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
"Warga yang bergerak di sektor industri rumah tangga mengalami kesulitan mengembangkan usahanya tanpa arus listrik, sementara kalau menggunakan genset pribadi pengeluarannya lebih tinggi," ujarnya.
Genset yang dibeli dengan anggaran Rp5 miliar tersebut direncanakan berkapasitas 10 hingga 85 KVA, dimana setiap unitnya mampu menerangi ratusan rumah penduduk di sejumlah desa dan dusun.
Sedangkan pendistribusian bantuan genset akan diserahkan secara bertahap yaitu 48 unit pada 2011 dan sisanya diberikan pada 2012 yang dikelola penuh oleh pemerintah desa sebagai aset milik desa.
"Diprediksi pada 2015 Bangka Barat tidak lagi kekurangan arus listrik karena pihak PLN sudah menambah mesin pembangkit dari delapan menjadi sembilan unit dengan total kapasitas sekitar 6,7 mega watt (MW), sementara kebutuhan daya warga Bangka Barat sekitar 5 MW," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Khairul Amri Rani, mengatakan, pengadaan genset merupakan solusi sementara dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik warga pedesaan.
Berdasarkan hasil penghitungan pihak ESDM terdapat 29 dari 61 desa yang sama sekali belum dialiri arus listrik.
"Hampir separo desa di Bangka Barat belum menikmati listrik karena keterbatasan daya, maka dari itu diberikan bantuan genset sebagai solusi jangka pendek menjelang terealisasinya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x7 MW di Pantai Batu Rakit," ujarnya.
Menurut dia, saat ini pembangunan PLTU sedang dalam proses analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal), sedangkan pengelolaannya nanti akan diserahkan kepada pihak PLN dengan harapan arus yang dihasilkan bisa diprioritaskan bagi desa-desa yang belum dialiri listrik.
"Setidaknya PLTU ini mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, sementara untuk kebutuhan industri besar tentu membutuhkan daya lebih besar," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar