Banyaknya kendala dalam pengerjaan PLTU tersebut diungkapkan Manager PLTU Air Anyir, Harya Sidharta Kamis kemarin (9/6). Menurut dia, beberapa penghambat tersebut diantaranya jumlah tenaga kerja yang terbatas dan kendala cuaca.
"Jumlah pekerja berkisar 400-an orang, itu pun kita terkendala masih terbatasnya tenaga kerja dengan kemampuan khusus seperti tukang las dan mekanik tertentu. Untuk mengejar target, para pekerja kita upayakan bekerja meskipun pada hari Sabtu dan Minggu, dimana waktu kerja kita pakai pola bergantian (shift) dalam satu hari,” urai Harya seraya menambahkan bahwa kendala lain yang ia hadapi adalah pengadaan material dan pengiriman barang-barang tertentu yang dibutuhkan dari Cina oleh pihak ketiga yakni PT TAME.
Menurut Harya, alat-alat yang harus dikirim itu antara lain kabel, alat kontrol dan pipa-pipa khusus yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTU ini sebagian tidak tersedia di Indonesia, sehingga pihaknya harus mengimpor dari luar negeri.
"Dan untuk impor dari Cina ke Bangka kan harus melalui pemeriksaan Bea Cukai di Jakarta. Ya itu lah kendala yang kita hadapi,” ujar Harya.
Meskipun begitu, kata Harya bila tidak terdapat kendala pada ujicoba internal pada bulan Agustus mendatang, pihaknya akan melakukan ujicoba ekternal dengan ujicoba menyalurkan secara langsung tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTU ke masyarakat.
"Progres konstruksi PLTU hingga bulan Mei adalah 87,85, dan progress untuk total pembangunan adalah 91 %. Kita mentargetkan ujicoba internal dapat dilakukan pada bulan Agustus, memang belum semua unit di unit selesai, namun kita terus berupaya agar ini dapat diselesaikan secepatnya. Sebelumnya kita memang merencanakan PLTU ini dapat dioperasikan pada bulan November tahun lalu, tapi pada pengerjaannya ada beberapa hal yang kemudian menjadi penghambat,” jelas Harya.
Dia menjelaskan, ujicoba internal adalah ujicoba yang dilakukan untuk melihat kemampuan kerja setiap unit komponen yang ada di sebuah PLTU seperti Boiler (alat pemanas air/ penghasil uap), Turbin, Generator, Conveyor, Coal Carrier (alat pengangkut Batubara) dan komponen lainnya. Dan dalam ujicoba ini listrik belum bisa disalurkan ke masyarakat.
Sementara untuk PLTU Air Anyir Unit 2, komponen seperti Turbin, Boiler dan alat bantu lainnya seperti Coal Carrier, Generator dan instalasi jaringan sudah siap pada bulan September mendatang untuk dilakukan ujicoba internal secara keseluruhan.
"Bila tidak terdapat kendala pada ujicoba internal pada bulan Agustus mendatang, kita akan melakukan ujicoba ekternal, yakni ujicoba dengan menyalurkan secara langsung tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTU kemasyarakat," urai dia.
Terpisah, GM PLN Wilayah Babel Ir Bagus Setiawan sangat mengharapkan agar PLTU Air Anyir tersebut dapat beroperasi secepatnya. Hal ini menurut dia, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi pemadaman karena kekurangan daya mampu.
"Kita berharap bisa dilakukan secepatnya. Hal ini juga untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat dan jumlah daftar tunggu sebanyak 40 ribu pelanggan yang harus diselesaikan tahun ini juga," tegas Bagus.
Dikatakan, Bagus, untuk Babel ini merupakan PLTU yang pertama, oleh sebab itu ketika pertama kali dioperasikan (commitioning) PLTU harus benar-benar diawasi. Namun ia mengungkapkan, pada ujicoba internal listrik belum didistribusikan ke masyarakat, tapi akan dilakukan pada saat ujicoba eksternal nantinya.
"Tujuannya adalah melihat kemampuan dari PLTU itu sendiri. Umpamanya tiba-tiba temperatur turbin naik atau tekanan Boiler terlalu besar maka harus dimatikan. Dan ketika PLTU dimatikan otomatis listrik di rumah-rumah juga ikut mati, untuk itu kami harap masyarakat mengerti akan kondisi ini. Hal itu kami lakukan semata-mata untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan yang lebih fatal pada masa awal operasional dan transisi ke mesin PLTU, ” jelas Bagus.
Dalam kesempatan ini Bagus meminta agar pemerintah daerah (pemda) dapat membantu memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak terjadi miskomunikasi terhadap PLN selama melakukan proses ujicoba nantinya.
“Kalau masyarakat tidak tersosialisasi dengan baik tentunya masyarakat akan salah persepsi, dengan mengatakan PLN tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Padahal masa transisi ini juga kan bagian dari pelayanan kami kepada pelanggan dengan menyiapkan tenaga baru penghasil listrik sebagai antisipasi banyaknya daftar tunggu,” jelasnya.
Sebagai informasi, dijelaskan Bagus, pada Mei tahun lalu sistem Bangka mengupayakan mesin sewa 16 MW untuk mengatasi pemadaman bergilir yang sudah terjadi 5 tahun terakhir. Setelah dilakukan penambahan mesin sewa, beban puncak saat itu menjadi 58 MW dengan daya mampu 69 MW, sisa 11 MW diperkirakan bisa bertahan hingga bulan September 2010 sebagai cadangan sistem secara keseluruhan.
Pada Oktober 2010, tambah dia, PLN Babel melakukan penyambungan terhadap 7 ribu pelanggan baru, dan 40 ribu pelanggan baru lagi pada rentang bulan Januari hingga Mei 2011. Dengan penyambungan baru ini, beban puncak diperkirakan akan mencapai 68 MW, dan cadangan listrik tinggal 1 MW. Secara otomatis sistem akan mengalami pemadaman sebagian saat mesin PLTD harus Overhaul seperti yang terjadi pada bulan Mei yang lalu.
Lebih lanjut dia menjelaskan, secara statistik, dari Oktober 2010 hingga Mei 2011 pelanggan PLN Babel tumbuh sebesar 20 persen dengan beban puncak 19 persen. Beban puncak ini kata dia, adalah terbesar bila dibandingkan dengan beban puncak pada tahun 2004-2009 yang hanya berkisar 1,2 persen tiap tahunnya. Besaran beban puncak tersebut juga berlaku untuk sistem Belitung. Dan untuk mengatasi permasalahan beban puncak tersebut PLN terpaksa menambah mesin sewa dengan kapasitas 12 MW.
"Dari penggambaran diatas, dapat disimpulkan bahwa kami pun sangat menginginkan agar PLTU dengan tujuan dapat menyelesaikan daftar tunggu tahun ini juga,” pungkas Bagus.
pak tolong donk diusahain lowongan kerja di pltu bangka blitung, saya dari politeknik negeri lhokseumawe name:hasanuddin, teknik kimia, imel : udinhasan66@yahoo.co.id tolong di kom ya pak..
BalasHapus