Di atas merupakan komentar teman kita warga Toboali yang menamakan dirinya Rcowoy. Memang miris melihat kondisi bahan bakar solar yang dijual para pengecer. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Toboali, akan tetapi terjadi juga di Pangkalpinang, Muntok, Sungailiat maupun daerah lainnya di Pulau Bangka.
Kebutuhan akan bahan bakar jenis solar untuk menjalankan mesin Tambang Inkonvensional dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk menghasilkan uang. Dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar solar, sebagian warga rela antri berpanas-panasan dengan mengharapkan keuntungan dari menjual solar eceran.
Sedangkan pihak Kepolisian yang terlihat berjaga-jaga mengatur antrian tersebut, seolah-olah menutup mata terhadap antrian yang terjadi. Ataukah pihak-pihak tersebut juga mempunyai kepentingan atas kejadian ini? Entahlah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar