Senin, 13 Juni 2011

Antrian Panjang Solar Bersubsidi, Untuk Apa?

"TOBOALI- Harga bahan bakar solar yang begitu mahal dijual para pengecer membuat para pengguna solar kewalahan.harga solar eceran per-jerigen 150 rb sedangkan harga di SPBU berkisar 81rb.berapa keuntungan yang di dapat kan? wajar saja kalau per-jerigen keuntungan yang didapatkan 15 rb,inilah namanya jeruk makan jeruk. Di Toboali saat ini sedang keren-kerennya masalah bahan bakar solar diperbincangkan,tidak pernah tuntas.tolong pihak mediamasa menyoroti atau meneropong hal ini"

Di atas merupakan komentar teman kita warga Toboali yang menamakan dirinya Rcowoy. Memang miris melihat kondisi bahan bakar solar yang dijual para pengecer. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Toboali, akan tetapi terjadi juga di Pangkalpinang, Muntok, Sungailiat maupun daerah lainnya di Pulau Bangka. 

Kebutuhan akan bahan bakar jenis solar untuk menjalankan mesin Tambang Inkonvensional dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk menghasilkan uang. Dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar solar, sebagian warga rela antri berpanas-panasan dengan mengharapkan keuntungan dari menjual solar eceran. 

Sedangkan pihak Kepolisian yang terlihat berjaga-jaga mengatur antrian tersebut, seolah-olah menutup mata terhadap antrian yang terjadi. Ataukah pihak-pihak tersebut juga mempunyai kepentingan atas kejadian ini? Entahlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar