"Sekarang ini baru tujuh desa yang memiliki perpustakaan dan enam desa sedang proses mendirikan perpustakaan. Diharapkan nantinya seluruh dari 60 desa memiliki perpustakaan," kata Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah Bangka Barat, Rukiman belum lama ini.
Ia menjelaskan, lahan tempat pembangunan kantor disediakan pemerintah desa, sementara pemerintah kabupaten mendirikan bangunan dan menyediakan buku bacaan yang dibutuhkan.
"Kami menyediakan sekitar 2.000 buku yang meliputi 1.000 judul menarik yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan pengelolaan perpustakaan serahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa," ujarnya.
Menurut dia, minat baca masyarakat yang tinggal di desa terisolasi sangat rendah, karena berbagai kendala seperti akses transportasi, komunikasi dan informasi sehingga sumber daya manusianya jauh tertinggal.
"Melalui perpustakaan desa ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan untuk mencerdaskan anak-anak yang tinggal di perdesaan," ujarnya.
Pengunjung perpustakaan desa masih rendah, hanya mencapai puluhan orang sehari, sehingga diharapkan peran pemerintah dan tokoh masyarakat desa untuk mendorong masyarakatnya agar gemar membaca buku yang dipajang di perpustakaan.
"Disamping itu, kami juga menyediakan satu unit mobil perpustakaan keliling yang menyediakan sekitar 1.000 unit buku, beroperasional setiap hari untuk melayani masyarakat pembaca di desa terisolasi," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, secara keseluruhan jumlah buku di perpustakaan daerah sekitar 6.000 unit buku yang terdiri 4.000 judul dan tahun ini akan ditambah sebanyak 1.000 unit buku lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar