"Satu nama KSAD diberikan Panglima TNI atas usulan Wanjakti kepada Presiden. Kalau satu nama tidak disetujui, bisa dikembalikan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (fraksi PDI-P) di kompleks Senayan, Jakarta (13/6).
Purnawirawan jenderal itu menambahkan Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Tingkat Tinggi (Wanjakti) bertugas menggodok tujuh calon letnan jenderal TNI AD yang berpeluang menjadi KSAD. Namun, hanya ada satu nama yang nantinya diberikan Panglima TNI kepada Presiden.
Walaupun ada tujuh nama perwira berbintang tiga di TNI AD, hanya ada tiga nama yang dari segi umur dan masa pensiun bisa menggantikan Toisutta. Nama-nama itu antara lain Wakasad Letjend TNI Budiman yang berusia 55 tahun (pensiun tiga tahun lagi), Pangkostrad Letjend TNI Pramono Edhie Wibowo, 56 (pensiun dalam dua tahun), dan Dankodiklat AD Letjend Marciano Norman, 57 (pensiun satu tahun).
"Ada tiga calon yaitu Budiman, Marciano, Pramono Edhie. Tetapi Panglima hanya bisa memberikan nama satu orang. Kalau berdasarkan pengalaman tempur ya Pramono Edhie," ujar TB memberi penekanan.
TB menambahkan Pramono Edhie pernah dua kali menduduki jabatan prestisius. Yaitu, posisi Pangdam Siliwangi pada 2009 dan pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 2008-2009.
Ia juga mengingatkan posisi Pramono Edhie yang pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnopoetri juga menjadi prestasi tersendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar