Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan masih terbuka kemungkinan bakal dilakukannya penyesuaian atau kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Namun, kata Agus, sekarang ini pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual BBM bersubsidi.
"Tadi kan kita jelaskan tentang pos BBM subsidi sama listrik subsidi. Ini juga semuanya akan dikaji dikelola oleh pemerintah agar unsur subsidi ini betul-betul terkendali. Nah, kalo tadi ditanyakan tentang BBM apakah akan dinaikkan. Kami menyampaikan bahwa pada saat ini kita tidak ada rencana untuk menaikkan BBM, tetapi kita memahami bahwa Undang-undang memperbolehkan untuk menyesuaikan harga BBM. Jadi kita tidak pernah tutup alternatif itu," ungkap Agus, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
Namun, kata Agus, sekarang ini pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual BBM bersubsidi.
"Tadi kan kita jelaskan tentang pos BBM subsidi sama listrik subsidi. Ini juga semuanya akan dikaji dikelola oleh pemerintah agar unsur subsidi ini betul-betul terkendali. Nah, kalo tadi ditanyakan tentang BBM apakah akan dinaikkan. Kami menyampaikan bahwa pada saat ini kita tidak ada rencana untuk menaikkan BBM, tetapi kita memahami bahwa Undang-undang memperbolehkan untuk menyesuaikan harga BBM. Jadi kita tidak pernah tutup alternatif itu," ungkap Agus, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
Dia melanjutkan pemerintah akan terus berkoordinasi di semua tingkat untuk menjaga agar BBM bersubsidi itu yang diperkirakan akan meningkat di atas 38,6 juta kiloliter dapat terkendali.
Dengan pengendalian BBM, yang menjaga agar kuota BBM tidak membengkak, itu menurut Menkeu akan bisa membuat anggaran bidang BBM dapat terjaga.
"Jadi inisiatif-inisiatif itu sudah dipersiapkan sebetulnya sejak oktober 2010 dan nanti akan terus dipertajam untuk bisa diimplementasikan agar kita bisa mengendalikan pos-pos subsidi," urainya.
Dia juga mengungkapkan bahwa bakal ada penyesuaian atau penambahan kuota volume BBM bersubsidi, jika tak dapat menjaga kuota.
"Jadi kuota itu pasti disesuaikan tapi kalau tidak kita kendalikan itu kan bisa tinggi. Untuk itu program pemerintah yang utama adalah mengendalikan BBM bersubsidi. Kalau ditanya tentang penyesuaian harga, kita pada saat ini tidak ada rencana," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar