Rabu, 13 Juli 2011

Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XVIII

Penduduk dalam jumlah besar dan berkualitas dapat menjadi modal pembangunan, dan sebaliknya penduduk dalam jumlah besar dan tidak berkualitas akan menjadi beban pembangunan. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Eko Maulana Ali saat memberikan kata sambutannya pada acara peringatan Hari Keluarga XVIII, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat VIII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ex lapangan terbang Muntok Kabupaten Bangka Barat pada hari rabu (13/7).

Hal tersebut disampaikan Eko, mengingat berdasarkan hasil sensus penduduk Tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia telah melampaui angka proyeksi nasional yaitu sebanyak 237,6 juta jiwa, dan laju pertumbuhan penduduknya rata-rata 1,49% per tahun. Yang diharapkan dengan program kependudukan dan keluarga berencana harus digarap secara serius agar tidak terjadi ledakan penduduk dimasa yang akan datang.
Karena apabila presentase pertumbuhan penduduk terus bertambah, sementara laju pertumbuhan ekonomi berjalan lamban, maka Negara tersebut akan semakin bertambah miskin, "Kita tidak ingin laju pertumbuhan ekonomi yang kini sedang giat-giatnya kita bangun akan menjadi sia-sia karena tidak diimbangi dengan pengendalian pertambahan penduduk." ujar Eko.
Dengan adanya berbagai permasalahan sosial saat ini, terutama kemiskinan, kerukunan dan keharmonisan antar warga masyarakat menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius yang dirasakan oleh keluarga-keluarga Indonesia. Kondisi seperti ini tidak lepas dari akar permasalahan kependudukan yang apabila tidak ditangani serius dan dikelola dengan baik akan semakin menyulitkan kehidupan keluarga, masyarakat dan akhirnya akan mempengaruhi ketahanan Bangsa Indonesia.
Beliau pun menghimbau kepada masyarakat, bahwa hendaknya setiap keluarga dapat mencurahkan perhatian pada tumbuh kembang putra putrinya, baik secara mental maupun spiritual, menanamkan akhlak dan budi pekerti yang luhur, memperkuat daya tahan keluarga agar terhindar dari pengaruh luar yang destruktif, dan dapat memacu kreatifitas keluarga dalam berinovasi guna meningkatkan ekonomi dan pendapatan keluarga.
Keberhasilan dalam pelaksanaan program KB ini dilapangan, banyak ditentukan oleh keikutsertaan secara gotong royong  dari berbagai sektor dan program lain , walaupun pemerintah turut bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan dan Keluarga Berencana. Peran serta dari masyarakat pun sangat penting agar program ini berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangka Barat Ustadz Zuhri Syadzali, Lc, MA turut menyampaikan sambutannya, "Kita harus mempunyai cara pandang dan perspektif yang sama terhadap arti penting peran keluarga secara utuh dan menyeluruh. Saya berharap Hari Keluarga ini menjadi acuan untuk mengokohkan kembali komitmen kita dalam membangun keluarga serta sebagai momentum penyadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga dalam pembentukan karakter bangsa," harapnya.
Untuk itu diakhir sambutannya, Bupati pun mengajak semua komponen yang ada untuk memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat, terutama kepada keluarga pra sejahtera dan sejahtera satu, guna mendorong tumbuh kembang partisipasi masyarakat dalam program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional ke XVIII, Deputi BKKBN Pusat Drs. Pranyoto, M.Sc menyampaikan apresiasinya terhadap Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dimana Babel yang merupakan Provinsi baru, telah menggapai peringkat ke 9 dari 33 Provinsi di bidang pencapaian sukses Keluarga, ini merupakan sepuluh terbaik di seluruh Indonesia. Hal ini di ungkapkan oleh Pranyoto karena hal tersebut merupakan gambaran secara nasional dan perlu diketahui oleh masyarakat.
Gubernur Eko Maulana Ali juga memberikan apresiasi nya atas peran Ibu-ibu PKK yang telah mampu mengubah perilaku keluarga untuk hidup lebih baik, yang bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini derajat kesehatan dan status gizi masyarakat semakin meningkat, angka kematian ibu dan bayi berhasil ditekan berkat kerja keras ibu-ibu PKK dan Posyandu.
"Disamping itu dukungan dan partisipasi masyarakat yang semakin perduli terhadap KB dan kesehatan, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan keluarga yang bahagia, sejahtera dan harmonis." Ungkap Eko.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pementasan drama Putri Balon yang cukup menghibur masyarakat, dan di akhiri dengan pemberian piagam, piala dan berbagai penghargaan kepada masyarakat yang berperan serta dalam mensukseskan Program KB. Kesatuan Gerak PKK, Posyandu Tingkat Nasional dan lain lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar