Sabtu, 16 Juli 2011

Tekan Harga Beras, Bulog Siap OP

Perum Bulog Sub Devisi Regional Bangka Belitung (Babel), siap menggelar operasi pasar (OP), untuk menekan kenaikan harga beras menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1432 H.
"Kami siap menyediakan beras murah apabila ada permintaan OP dari pemerintah daerah kabupaten/kota, bila harga beras sudah mengalami kenaikan 20 persen," ujar Kepala Bulog Subdivre Wilayah Bangka, Fansuri Perbatasari, Jumat (15/6).
"Semenjak diberlakukan otonomi daerah, OP digelar tidak lagi berdasarkan patokan kenaikan beras di pasar, namun berdasarkan permintaan pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan surat keputusan Kemenkokesra untuk menekan kenaikan harga beras yang dinilai sudah memberatkan warga," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan data harga beras di sejumlah pasar tradisional, harga beras jenis premium mulai kenaikan lima persen dari harga normal.
Harga beras merek super 111 naik menjadi Rp7.500 perkilogram dari harga normal Rp7.000 per kilogram.
Demikian juga harga beras merek RM naik Rp7.500 perkilogram dari harga normal Rp7.000 perkilogram, harga beras merek TR naik menjadi Rp7.500 perkilogram dari harga normal Rp6.000 per kilogram.
"Sampai saat ini belum ada permintaan dari pemerintah kabupaten dan kota untuk digelarnya OP dan kita siap untuk menggelar OP kapan saja karena persediaan beras jenis medium di gudang Bulog mencukupi seiring pasokan beras dari Divre Palembang (Sumsel) lancar," ujarnya.
Ia menjelaskan, persediaan beras Bulog mencapai 1.900 ton dan mencukupi hingga Desember 2011.
"OP dilakukan untuk menstabilkan kembali harga beras yang telah meningkat di atas normal agar masyarakat tidak terlalu terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Dalam penetapan harga beras dan pelaksanaan OP, kata dia, Bulog Subdivre Bangka berpedoman surat keputusan Menteri Perdagangan No: 10 Tahun 1995 tentang Operasi Pasar dengan besaran harga Rp5.100 perkilogram untuk Pulau Jawa dan Rp5.200 perkilogram untuk harga beras OP di luar Pulau Jawa.
"Batasan waktu bukan targetnya, hal ini tergantung pada tercapai atau tidak kestabilan harga beras," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar