Sebanyak 30 personel calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang terdiri pelajar Sekolah Menengah Atas se-Provinsi Bangka Belitung (Babel) dikukuhkan oleh Gubernur Babel Eko Maulana Ali, sebagai pasukan pengibar bendera duplikat Merah-Putih, Senin (15/8) kemarin.
Dalam kata sambutannya, Gub menjelaskan bahwa tantangan berat yang dihadapi pemuda saat ini adalah penurunan peran serta, kreativitas dan produktivitas dalam pembangunan.
"Dengan Paskibra dapat meningkatkan semangat yang menurun itu. Selaku Gubernur dan mewakili Pemprov Babel, saya berharap adik-adik yang tergabung dalam Paskibraka ini dapat saling mengingatkan dan bahu-membahu. Asa, asih dan asuh, agar semua jadi motor pembangunan," pesannya.
Gub menjelaskan, Paskibraka salah satu dari sekian banyak pendidikan informal yang dapat membina dan mengembangkan potensi pemuda Babel. "Dalam membina dan mengembangkannya, tidak hanya dengan pendidikan formal tapi juga informal, yaitu paskibra," tuturnya.
Sementara, Busro, orang tua salah satu personil paskibraka yang hadir dalam acara tersebut mengaku senang dan gembira melihat putranya, Andre Yustira dari SMKN 1 Jebus, turut andil dalam upacara kenegaraan.
"Senang dan gembira karena dia akan tampil nanti. Saya berharap yang terbaik untuk dia," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sadia. Perempuan dari SMAN 2 Kabupaten Belitung ini, mengaku deg-degan menjadi pembawa baki saat pengibaran duplikat bendera merah putih nanti. "Tentunya deg-degan tapi saya sudah latihan keras. Semoga berjalan sukses," ujarnya.
Pelatih Paskibraka Babel, Wahyu Nugraha, menjelaskan 30 personel Paskibraka yang dikukuhkan terdiri dari berbagai formasi, antara lain, pasukan tujuh belas, delapan, dan pasukan empat puluh lima yang akan didukung beberapa personel dari TNI-Polri. "Mereka yang dikukuhkan hari ini terdiri dari 13 orang perempuan dan 17 orang laki-laki," sebutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar