Kamis, 26 Mei 2011

Ponton TI Penyebab Keruhnya Sungai Kurau

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka Tengah  (Bateng), Redi Wijaya, ST menduga aktifitas TI rajuk di hulu Sungai Kurau sebagai penyebab keruhnya sungai yang digunakan warga untuk mandi dan mencuci tersebut.


“Berdasarkan hasil pantauan kita, ada sekitar 350 ponton TI rajuk di hulu sungai. Para penambang ini selalu berdalih guna memenuhi nafkah,” ungkap Redi Wijaya, Rabu (25/5).
Menurutnya, semua pihak seperti Polres, Camat, Pol PP terutama Pemkab Bateng, segera menindak penambang yang melakukan aktivitas TI di hutan lindung dan daerah aliran sungai (DAS), seperti halnya di Sungai Kurau tersebut.
Redi juga mengaku, pihaknya siap memfasilitasi permasalahan tersebut, guna mencari solusi yang diinginkan warga nelayan Kurau dengan penambang.

Sementara itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Bateng, Drs Aderi mengatakan, Sungai Kurau sebelumnya masuk kategori kualitas air kelas dua. Namun pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengambil sampel air tersebut dan kini sedang diperiksa di laboratorium.
“Sekarang kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium, tunggu saja dalam beberapa hari ini, jika sudah ada hasil, akan kita umumkan,” janjinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar